Salah satu bukti berhasilnya pidato Bung Tomo adalah munculnya grafiti-grafiti mengikuti kalimat Bung Tomo: Merdeka atau Mati. Penjajah dari bumi kita Indonesia yang kita cintai ini, sudah lama kita menderita, diperas, diinjak-injak. Sekarang adalah saatnya kita rebut kemerdekaan kita. Kita bersemboyan, MERDEKA ATAU MATI! Isi Pidato Bung Tomo 10 November 1945. Solo -. Pertempuran besar antara arek-arek Surabaya melawan pasukan Sekutu terjadi pada 10 November 1945. Kala itu, Inggris telah memberi ultimatum agar pihak Indonesia berhenti melawan. Namun ultimatum tersebut tidak diindahkan oleh para pejuang. 3.4K views 2 years ago. puisi ini menjadi juara "terfavorit" di lomba vlog yang diselenggarakan oleh kominfo sragen yang bekerja sama dengan bpr. djoko tingkir untuk memperingati hari sumpah Melalui stasiun radio, Bung Tomo mengobarkan semangat perjuangan rakyat. 'Medeka atau mati' merupakan pekikan heroik bung Tomo yang mampu membakar semangat para pejuang di Surabaya. Untuk membakar semangat perjuangan di Hari Pahlawan, yuk, intip isi pidato Bung Tomo dilansir dari Tribunnews. "Merdeka atau Mati!" Begitulah teriakan dari bibir mereka Kepulan asap beradu dengan tombak runcing Para srikandi yang berdoa di sepertiga malam Menunggu sang kekasih pulang membawa kemenangan Sudah, Sudah berjuta nama tertinggal di medan perang Teriak para pejuang yang kehilangan teman Teriak para prajurit melihat rekan mereka bahagia tanpa Bung Tomo jadi salah satu peran utama menyemangati arek-arek Kota Pahlawan melalui pidato untuk tetap semangat melawan penjajah yang ingin merebut kembali kemerdekaan Indonesia. Berikut isi pidato Bung Tomo yang disampaikan pada 10 November 1945, seperti dikutip dari laman Setneg, Rabu (10/11): Enix.

puisi bung tomo merdeka atau mati